Setelah kita mempelajari tentang kain batik mari kita belajar lagi dan lebih mengenal kain songket

Tenunan dengan corak hiasan yang dibuat dengan cara ikat lungsi di Indonesia dikenal sejak zaman prasejarah. Daerah yang paling awal menguasai teknik menenun, antara lain pedalaman Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur. Kemampuan membuat alat tenun, menciptakan desain dengan mengikat bagian-bagian tertentu dari benang, dan pencelupan warna telah mereka kuasai sejak zaman perunggu.

Motif yang diciptakan dalam kain tenun mencerminkan unsur-unsur yang erat hubungannya dengan tema kepercayaan, pemujaan leluhur, dan memuja keagungan alam. Teknik pembuatan tenun baru berkembang setelah datangnya para pedagang Islam dari India dan Arab. Para pedagang membawa bahan-bahan baru untuk membuat tenun berupa benang sutra dan benang emas.

Daerah di pesisir yang merupakan tempat perdagangan strategis segera terpengaruh oleh kebudayaan baru tersebut. Untuk mengurangi katergantungan terhadap impor sutra, pada abad ke-15 di daerah Palembang mulai ditanam pohon murbei untuk memelihara ulat sutra. Pemeliharaan ulat sutra juga dilakukan di daerah Sulawesi.

Kemudian, digunakan juga teknik baru dengan menambahkan pakan pada dasar kain yang dikenal dengan teknik songket. Songket adalah cara memberikan hiasan dengan benang tambahan melalui cara menyungkit atau menjungkit benang lungsi. Cara membuat motif dengan menghitung komposisi tingkat-tingkat benang dalam bentuk susunan menyerupai bentuk piramida. Perhatikan contoh cara menyisipkan pakan tambahan pada kain tenun dari daerah Sulawesi di bawah ini!

>> Pola pembuatan kain songket dari Sulawesi dengan menyisipkan         pakan tambahan yang membentuk motif-motif piramida.

Motif yang memberi corak kain tenun sangat dipengaruhi oleh bahan yang digunakan.

Ada desain benang sutra dengan dasar benang kapas dan ada desain dengan dasar tenunan yang terdiri atas bahan yang sama, berupa benang sutra, benang kapas, atau benang yang lain. Ada hiasan yang hampir menutup seluruh permukaan kain dan ada yang hanya berupa motif-motif yang menyebar pada permukaan kain.

Motif-motif yang sama juga terdapat pada kain tenun dari beberapa daerah di Indonesia. Motif burung kakaktua dan burung merak terdapat pada tenun songket Rejang, Sumatra Selatan dan Donggala Sulawesi Tengah. Motif ayam dan itik terdapat pada kain songket dari Payakumbuh dan Sumatra Barat. Motif naga dan sayap burung garuda terdapat pada kain tenun songket dari Palembang. Sementara itu, pada kain songket dari Sumbawa terdapat motif berbagai jenis unggas dan binatang berkaki empat.

Motif ragam hias yang agak berbeda terdapat pada kain songket dari Bali dan Lombok. Pada tenun songket dari dua daerah itu terdapat motif wayang yang merupakan kebudayaan Hindu.

About likehandmade

A reguler girl from east java city of banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s