ihier-ihier sekarang kita akan melangkah ke Wayang Kulit…

Wieh keren nieh,…
salah satu kekayaan kebudayaan yang mulai pudar.

Yuk mari kita pelajari bareng-bareng awal mula keberadaan terciptanya Wayang ini,.

SEJARAH

Pada mulanya, bentuk wayang merupakan penggambaran tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita Ramayana dan Mahabarata. Gambar dibuat berupa adegan beberapa tokoh di atas lontar atau kertas yang disebut wayang beber. Kemudian, sekitar abad ke-15, Sunan Kalijaga, salah seorang dari Wali Sanga menciptakan wayang kulit sebagai sarana dakwah penyiaran agama Islam.

Pembuatan wayang kulit terus disempurnakan dengan teknik tatah sungging yang sangat halus. Setiap wayang merupakan simbol dari karakter tokoh dalam cerita, terutama cerita Mahabarata dan Ramayana yang disesuaikan dengan ragam budaya Nusantara. Karakter tokoh yang dibuat pun semakin beraneka ragam yang terbagi menjadi tokoh baik dan jahat. Selain merupakan gambaran karakter tokoh dalam cerita, pada wayang juga terdapat ragam-ragam hias. Contohnya adalah ragam hias pohon hayat pada gunungan, untuk menggambarkan keadaan lingkungan.

Selain itu, juga terdapat ragam hias motif kedok, tumpal, dan sulur-suluran yang terdapat pada gelung, makutha, sumping, dan hiasan lengan.

 CARA PEMBUATAN :

Untuk membuat wayang kulit, diperlukan keterampilan menatah dan menyungging (menggambar). Adapun proses pembuatan-nya, meliputi memasak kulit, menatah, dan menyungging.

  1. Memasak kulit dimulai dengan menanggalkan bulu. Kulit yang akan ditanggalkan bulunya direndam semalam. Paginya rendaman diambil untuk dijemur dengan dibentangkan dan diikat pada sebuah gawang kayu. Bagian tepi kulit dilubangi, lalu direntangkan kuat-kuat dengan tali pengikat. Setelah kering, kulit dikerok dengan kapak di sisi luar (dibersihkan bulunya) dan sisi dalam (dibersihkan dari daging-daging yang masih melekat). Apabila kulit telah halus dan cukup ketebalannya, lalu dibersihkan lagi dengan ampelas sampai halus. Kulit masih perlu dijemur untuk kedua kalinya sampai tampak putih mengkilap seperti kaca.
  2. Setelah dimasak, maka kulit pun siap untuk ditatah. Mula-mula dibuat salinan wayang yang dikehendaki. Wayang jadi diletakkan di atas kulit dan ditindih dengan logam penindih agar tidak bergeser. Kemudian, dibuat coretan di bagian pinggir dan bagian-bagian yang penting secara garis besar. Bagian pinggir salinan wayang lalu ditatah agar terlepas dari kulit bahan, dan jadilah gatra wayang (gebingan).
  3. Corekan pada wayang gebingan diperajam untuk mempersiapkan proses menatah secara lebih teliti. Bagian demi bagian ditatah dengan hati-hati, menggunakan tatah yang sesuai.
  4. Proses pembuatan wayang selanjutnya adalah menyungging, yaitu memberi warna lukisan pada tatahan wayang. Untuk menyungging, dibutuhkan campuran ancur, air londho, dan pewarna yang dibuat secara khusus. Bahan tersebut dapat dibeli di toko obat Cina, di toko jamu, atau di toko bahan kimia. Pewarna putih dibuat dari tulang bakar, pewarna kuning dibuat dari batu atal, pewarna biru dibuat dari nila, pewarna hitam dibuat dari hoyan (langes, kukus lampu), dan pewarna merah diperoleh dengan mencampur warna-warna baku, seperti putih, hitam, kuning, biru, dan merah.Proses menyungging dimulai dengan membuat warna dasar. Setelah kulit diampelas sampai halus, lalu disapukan pewarna putih tipis dan merata. Selanjutnya, diberikan warna-warna hitam, perada (warna emas), jambon, kuning, hijau muda, biru, jingga, dan ungu secara berturut-turut di tempat yang sesuai. Selain diberi warna, bagian-bagian tertentu juga dihias dengan garis-garis halus (cawi), dengan titik-titik halus (drenjeman), dengan titik-titik atau garis untuk membedakan bentuk  (waler), dengan warna dasar kuning dan perada (perada gemblengan).Proses menyungging diakhiri dengan pekerjaan membabar, yaitu membubuhkan cairan ancur pada seluruh bagian wayang, kecuali bagian yang diperada. Tangkai wayang kulit dibuat dari bahan tanduk kerbau.

Demikian lah penjabaran tentang Wayang,…
silakan koment,… saya tunggu :)….

About likehandmade

A reguler girl from east java city of banyuwangi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s